5 orang dibawah ini merupakan top 5 black hat hacker ato lebih dikenal dengan hacker yang bandel, jail, dan nakal!! tapi jangan diraguin lagi kemampuan mereka!!
1.JONATHAN JAMES
sapa siy niy ni orang...?okay, James adalah orang amerika, saat baru umur 16 taun dia dikirm ke penjara karena kelakuannya didunia maya cuy..situs departemen pertahanan Amerika dibobol ama si James dan dia cuma bilang itu tantangan bagi dia n merupakan datu kesenangan tersendiri..wah gila juga ni orang;;
NASA juga kena keisengan dia, James nyuri software NASA ang diperkirakan seharga $1.7 juta dollar AS. sampe2 NASA dipaksa untuk mematikan server dan sistemnya!!!
karena kelakuannya juga doi gak boleh megang komputer selama 10 tahun..kasian nih orang..haha
tapi sekarang doi udah dijalan yang bener dan bikin sebuah perusahaan keamanan dibidang komputer..mantab!!
2. ADRIAN LAMO
ni orang juga sarap.doi ngebobol New York Times buat nedapetin info personal dan beberapa security number n ngebobol Microsoft (busyet gak tanggung2 dah). doi akhirnya didenda $65.000 dollar US,
saat ini doi jadi pembicara dibeberapa acara seminar!! bravo dach!!
3. KEVIN MITNICK
kalo menurut gw inilah legenda hidup yang saat ini bener2 mantap dalam dunia hack.!!
ni kelakuan doi:
* menggunakan Los Angeles bus transfer system buat ngedapetin tumpangan gatis
* Mengelabui FBI
* Hacking kedalam DEC system(Digital Equipment Corporation)
* ngedapetin administrator positon dalam satu komputer IBM biar menang judi, karena adminnya yang punya laptop IBM tersebut..haha
* Hacking Motorola, NEC, Nokia, Sun Microsystems dan Fujitsu Siemens systems
dan masih banyak lagi kelakuan doi yang luar binasa
seorang white hat hacker pun yang bernama Tsutomu Shimomura pun (ahli juga doi dan merupakan top 5 white hat hacker
doi ketangkep dan kelacak oleh FBI dengan bantuan Tsutomu Shimomura yang ngelacak (tracking) lewat jaringan HP' yang dibawa ama Mitnick saat itu..
tapi sekarang doi dah tobat n jadi seorang penulis buku, konsultan security, dan pembicara.
4. KEVIN POULSEN
juga dikenal dengan Dark Dante, doi ngehack database FBI (galak niy orang)
selain itu doi juga ngehack seluruh lines phone station. karena emang kemahiran dia ngehack lewat phone lines.
saat ini, dia jadi senior editor di Wired News, dan berhasil mengengkap 744 penawaran sex melalui profiles Myspace..!!
sukses dach gan!!
5. ROBERT TAPPAN MORIS
niy orang adalah orang yang pertama kali bikin Worm, yang dinamain Morris Worm (narsis niy orang)
melalui internet doi nyebari wormnya yang mengakibatkan sekitar 6000 komputer jadi down..!!!
dia akhirnya dipenjarakan rumah selama 3 tahun dan didenda sebesar $10.500 dollars
sekarang doi kerja sebagai professor di sebuah MIT Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory!!
HACKER LEGENDARIS
bernama KARL KOCH berasal dari hannover Jerman ang ngenamain komputernya FUCKUP (First Universal Cybernetic-Kinetic Ultra-Micro Programmer), doi melakukan beberapa keberhasilan dalam ngehack pada kurun waktu 1985-1988. doi juga seorang cocaine addict!!
dia berhasil membobol beberapa sistem militer AS dan ngehacked sebuah pusat tenaga nuklir AS pada jaman perang dingin dan hasil hack'annya dijual ke KGB (Agen Rahasia Uni Soviet)
dia ditemukan tewas pada tahun 1988, menurut info dia membakar tubuhnya sendiri, namun siapa tau, ini konspirasi tingkat tinggi antara US dan Soviet pada perang dingin!!!
Banyak sekali harta karun di dunia ini dan hanya sedikit yang bisa ditemukan oleh manusia di zaman ini. Dan inilah 5 harta karun yang dinilai sangat besar di belahan Dunia.
Danau Guatavita
Danau Guatavita adalah tempat dimana manusia purba dari Colombia (Amerika Selatan) dulu pernah menyelimuti dirinya sendiri dengan debu emas, lalu mengayuh ke tengah danau dan menyebarkan emas dan berlian ke dalam danau sebagai korban kepada berhala mereka.
Danau Guatavita sempat menimbulkan kekacauan di Amerika Utara saat itu yang juga ikut membangun terhadap mitos El Dorado (Kota Emas). Percobaan pertama untuk mengambil emasnya dilakukan oleh Hernan Perez de Quesada pada tahun 1545.
Harta Karun Kapten Kidd
Kapten Kidd adalah seorang kapten kapal bajak laut yang ditahan oleh Pemerintah Inggris karena pembajakan dan pembunuhan, dan akhirnya digantung.
Takut digantung, Kapten Kidd akhirnya mengubur harta karunnya dan meminta para eksekusionernya untuk memburu harta karun tersebut dan mengambilnya. Para eksekusioner tersebut sempat mendapat harta itu, tetapi Kapten Kidd tetap digantung dan dimasukkan ke dalam aspal, lalu digantung di atas Sungai Thames ketika Pemerintah Kerajaan Inggris memberikan gaji yang lebih besar kepada eksekusioner Kapten Kidd.
Harta karun itu kini berada di sebuah lokasi yang tidak diketahui, dengan sebuah peta ini yang menjadi petunjuknya:
Emas Montezuma
Zaman dahulu, para Aztec merajalela di Meksiko. Mereka membangun kerajaan-kerajaan yang megah, dipenuhi dengan kekayaan dan kemakmuran. Hingga akhirnya para penjelajah Spanyol datang. Karena keunikan warna kulit para orang Spanyol ini, orang Aztec yang tidak tahu apa-apa menyembahnya.
Namun, karena ketamakan dari para orang Spanyol, mereka mengambil alih istana Aztec, membunuh para raja-raja mereka termasuk Montezuma, seorang raja Aztec yang terkenal. Mereka juga melelehkan patung-patung emas milik Montezuma yang tersebar di Tenochtitlan, ibukota Aztec saat itu.
Hingga akhirnya, masyarakat Aztec merasa mereka telah dibohongi dan memburu para orang Spanyol keluar dari Tenochtitlan. Sayangnya, karena mereka masih terus saja rakus, para penjelajah Spanyol tersebut terus mencoba membawa emas yang berhasil mereka lelehkan. Sayangnya, emas yang mereka coba bawa terlalu berat, dan Tenochtitlan dikelilingi rawa. Para orang Spanyol tersebut akhirnya terjebak dan tidak bisa keluar. Beberapa mencoba, namun mati bersama emasnya di rawa yang mengelilingi Tenochtitlan.
Beberapa arkeologis dari UK berhasil menggali beberapa emas ini.
Sumur Oak Island
Oak Island, sebuah pulau kecil di Nova Scotia, Kanada, adalah sebuah pulau yang tidak berpenghuni. Suatu hari di tahun 1775, seorang penebang kayu Daniel McGinnis sedang berjalan di pulau tersebut untuk mencari kayu ketika ia menemukan sebuah sumur.
Sumur tersebut amat dalam, dan ia begitu yakin bahwa ada harta karun di dalamnya — logika menyatakan bahwa tidak ada orang yang tinggal disitu, untuk apa membangun sumur?
Beberapa abad kemudian, pencari harta karun mulai mencari di sumur itu, dan hingga saat ini, masih belum dapat dipastikan apakah ada emas didalamnya — atau bahkan kedalaman sumur tersebut. Sumur Oak Island tetap menjadi misteri.
Harta Karun NAZI
Ketika perang dunia II, NAZI memiliki sebuah rencana rahasia yang amat picik, yaitu mencoba menghancurkan ekonomi Amerika dan Inggris dengan cara membanjiri kedua negara tersebut dengan mata uang palsu yang tidak berharga. Sebagian dari rencana ini termasuk… menghujani kota-kota Amerika dan Inggris dengan uang palsu. Modal yang digunakan untuk operasi ini adalah karya-karya seni mahal dan emas rampasan dari negara Eropa lain.
Operasinya disebut Operasi Bernhard. Namun, operasi ini terpaksa gagal ketika Amerika mematikan NAZI pada 1945. Tidak mau kehilangan modal mereka, para NAZI terpaksa membawa karya-karya seni dan emas mereka, membungkusnya kedalam plastik dan brankas, lalu menceburkannya ke dalam danau Toplitz.
Danau Toplitz ini begitu tinggi di atas pegunungan dan begitu dalam, hingga beberapa meter di bawah permukaannya, sudah tidak ada oksigen. Para pemburu harta karun juga harus melewati satu lagi: Austria. Austria adalah negara yang begitu sensitif terhadap kata “NAZI” hingga siapapun yang mengucapkannya secara literal masuk penjara.
Mereka juga harus melawan debu bawah air, pohon-pohon tumbang yang tenggelam ke dalam danau, dan kapal mereka terus menerus diterpa badai salju, yang menyebabkan rusaknya peralatan navigasi mereka.
Isu vs
merupakan isu klasik paling terkenal dalam dunia Computer Science dan Riset Operasi yang belum terjawab hingga saat ini. Sejak awal tahun 1970, sudah banyak orang yang menghabiskan waktu untuk memikirkannya, namun sulit untuk mengatakan bahwa isu itu telah terjawab tuntas.
Hal itu terekam dalam jajak pendapat[1] yang dilakukan oleh William I. Gasarch dari Universitas Maryland, USA, di tahun 2002. Dari 100 orang, 61 menjawab dan hanya 9 orang yang menjawab
. Sementara 22 orang tidak memberi jawaban. Yang menarik, 5% menjawab bahwa isu ini tidak akan pernah terselesaikan.
Sebenarnya isu apakah vs
ini ?
Semuanya berawal ketika Alan Turing[2] memperkenalkan Turing machine, yang selanjutnya menjadi model komputer standar dalam computability theory.
Secara informal, kelas merupakan kelas dari decision problems yang terselesaikan oleh beberapa algoritma dalam sejumlah langkah yang dibatasi oleh beberapa polinomial tetap dalam panjang inputan[3]. Turing memang tidak berfokus pada efisiensi, tapi pada apakah mesin-mesinnya dapat mensimulasi sebarang algoritma dalam waktu yang cukup.
Sementara merupakan singkatan dari “Nondeterministic Polynomial time“, karena awalnya
didefinisikan berkenaan dengan nondeterministic machines, yakni mesin-mesin yang memiliki lebih dari satu kemungkinan bergerak dari konfigurasi yang diberikan[3].
Selanjutnya, gagasan perhitungan polynomial-time diperkenalkan pada tahun 1960-an oleh Cobham [4] dan Edmonds [5] sebagai bagian dari perkembangan awal teori kompleksitas komputasional, walaupun sebelumnya von Neumann [6] pada tahun 1953 telah membedakan antara algoritma polynomial-time dan exponential-time.
Tahun 1971, Stephen Cook dan Leonid Levin, secara terpisah, memformulasikan isu vs
ini[7]. Clay Mathematics Institute (CMI) membahasakan persoalan
sebagai easy to find dan persoalan
sebagai easy to check.
CMI memberikan sebuah contoh untuk memudahkan pemahaman. Misalkan Anda diberi tanggung jawab untuk mengatur akomodasi dari 400 mahasiswa. Karena keterbatasan tempat, hanya 100 yang dapat tinggal di asrama. Untuk memperumit masalah, Dekan memberi Anda sebuah daftar nama-nama mahasiswa bermasalah, dan meminta agar tak ada satu nama pun dari daftar ini yang boleh muncul dalam keputusan akhir Anda.
Contoh ini merupakan contoh di mana para computer scientist menyebutnya sebagai persoalan karena mudah untuk memeriksa apakah 100 orang yang terpilih itu sudah sesuai dengan permintaan Dekan, yang artinya tidak ada satu nama pun dari daftar Dekan yang masuk ke dalam 100 nama orang pilihan tersebut.
Namun membuat kombinasi 100 nama dari 400 pelamar itu sungguh sulit. Bahkan total jumlah kombinasinya melebihi jumlah atom di alam semesta. Karenanya tidak dapat diharapkan adanya supercomputer sekalipun yang mampu menyelesaikannya secara brute force, yakni memeriksa setiap kombinasi yang mungkin dari 100 mahasiswa.
Satu masalah yang ada dalam computer science adalah menentukan apakah sebuah pertanyaan memiliki jawaban yang dapat diperiksa secara cepat, namun membutuhkan waktu yang sangat lama utuk menyelesaikannya melalui berbagai cara langsung. Contohnya seperti pemilihan 100 dari 400 mahasiswa itu. Apakah benar tidak ada cara yang layak untuk menghasilkan sebuah jawaban dengan bantuan komputer ?
Untuk keperluan itu, CMI menyediakan dana 1 juta US$ sebagai hadiah !
Meski sebagian besar computer scientist percaya bahwa , sebagaimana tercermin pada hasil jajak pendapat[1], kronologi[8] yang disusun oleh G.J. Woeginger menunjukkan persaingan yang seimbang.
Kronologi dimulai oleh Ted Swart (University of Guelph), 1986-7, yang menyatakan melalui beberapa artikelnya yang menjabarkan formulasi Linear Programming berukuran polinomial untuk permasalahan siklus Hamiltonian. Karena Linear Programming dapat dipecahkan secara polinomial, sementara siklus Hamiltonian merupakan
-hard, maka Swart berkesimpulan bahwa
.
Kronologis berlanjut hingga pembuktian terbaru yang disodorkan oleh Vinay Deolalikar (HP Labs), Agustus 2010, yang mendukung . Deolalikar menggunakan finite model theory, sebuah area logika, untuk menyimpulkan struktur dalam random satisfiability problem.
Namun demikian, banyak pihak yang meragukan kevalidan bukti ini, salah satunya Michael Trick[9], profesor Riset Operasi senior dari Carnegie Mellon University yang pernah menjabat sebagai Presiden INFORMS dan Wakil Presiden IFORS. Bahkan Scott Aaronson, associate professor dari MIT, berani bertaruh akan menghipotekkan rumahnya dan chip senilai 200 ribu US$, jika pembuktian yang disodorkan Deolalikar itu terbukti benar[10].
Dan isu pun masih tetap terbuka, paling tidak, hingga saat artikel ini selesai dituliskan.