"wellcome to my blog"

Koin Emas 2.200 Tahun Ditemukan di Israel

Diposting oleh zdiraf adfim lirfa


Oleh: Jack Phillips

Keping koin emas, seperti pada gambar diatas, ditemukan di Israel, Juni lalu. Koin 2.200 tahun seberat 28 gr ini, merupakan salah satu koin terberat yang pernah ditemukan, menurut sebuah pernyataan pada Kamis (12/8). (Sue Webb/Israel Antiquities Authority via Getty Images)
Koin emas, terberat dan paling berharga yang pernah ada ditemukan di Israel, dalam sebuah penggalian, menurut laporan sejumlah media yang mengutip pernyataan dari Israel Antiquities Authority, Kamis (12/8).
Koin emas itu ditemukan dalam penggalian yang dilakukan para peneliti Universitas Minnesota dan Universitas Michigan di Tel Kadesh, perbatasan antara Israel - Lebanon, 22 Juni lalu, menurut Israel Antiquities Authority.
Para peneliti mengatakan bahwa koin 2.200 tahun seberat satu ons bergambar Arsinoe II, istri Raja Ptolemeus II dan ratu Mesir itu dicetak pada 191 SM di Alexandria. Koin ini kira-kira enam kali lebih berat dibandingkan koin lain yang pernah ditemukan di Israel.
Besar koin emas ini menunjukkan kemungkinan besar tidak digunakan sebagai mata uang, ujar Dr. Donald T. Ariel, Kepala Bagian Koin pada Antiquities Authority kepada Jerusalem Post.
"Koin seukuran ini tidak akan beredar di pasar, benda ini dibuat hanya untuk tujuan ritual upacara," ujar Ariel kepada Jerusalem Post.
Ia menambahkan bahwa koin tersebut bernilai seratus uang perak pada waktu itu - "setara dengan gaji setengah tahun untuk ukuran diatas rata-rata pada jaman tersebut."
Tel Kades adalah sebuah daerah yang luasnya sekitar 25 hektar - tempat tinggal bagi sejumlah bangsa kuno, seperti bangsa Kanaan, Phonecians dan Persia. Universitas ini telah melakukan penggalian di daerah tersebut sejak 1997. (EpochTimes/sua)

Perdebatan Teori Darwin dan Einstein

Diposting oleh zdiraf adfim lirfa


Epochtimes

Perbandingan tengkorak kera purba (kiri) dan tengkorak manusia (kanan). (THE EPOCH TIMES)
“Selama lima puluh tahun belakangan ini masyarakat yang pernah menerima pendidikan sains telah mendengar tentang teori evolusi Darwin, tetapi hanya sedikit orang yang mencurigai kebenarannya. Menurut analisa para ahli ilmu pengetahuan modern, ilmu genetika dan lain-lain, teori evolusi Darwin mengandung banyak kelemahan. Lantas dari manakah asalnya aneka ragam makhluk hidup di atas bumi?”
Tahun ini, 200 tahun kelahiran Darwin, teorinya “seleksi alam” telah dikenal luas masyarakat modern. Dikatakan suatu spesies dapat mengalami perubahan, terjadi melalui seleksi lingkungan, kelompok spesies yang cocok dengan lingkungan akan bertahan hidup, dan mewariskan keunggulannya kepada generasi berikutnya.
150 tahun lalu, tepatnya 1 Juli 1858, Darwin (49 tahun) dan ahli naturalis Alfred Russel Wallace di Linnen Society, London, menyampaikan pidato bersama: “Membahas Kecenderungan Pembentuk-an Keanekaragaman Spesies, dan Pembahasan Keanekaragaman Spieses yang Dapat Bertahan Dalam Seleksi Alam”.
Pidato ini sangat menggemparkan. 22 November 1859, dia menerbitkan Origin of Species, di mana Darwin menulis lebih dari 200 ribu kata menguraikan singkat hasil eksplorasinya dua kali mengikuti Beagle, kesimpulan yang didapat adalah sebuah kalimat, survival of the fittest (yang sesuai dapat bertahan hidup).

Bertentangan dengan Alkitab

Pada masa hidup Darwin, apa yang  dinyatakan dalam Alkitab,  bahwa Tuhan mencipta segala makhluk hidup, dan berbagai macam bentuk kehidupan sejak zaman dulu tidak pernah berubah, merupakan pandangan yang mendominasi masyarakat pada masa itu. Waktu itu muncul kartun “Darwin hasil evolusi dari kera”, namun kartun ini bukan hanya sebuah sindiran terhadap Darwin, melainkan juga menyindir semua orang, karena dalam kerangka persaingan dalam seleksi alam, manusia adalah hasil evolusi kera.
Dalam perkembangan teori evolusi, Darwin bukanlah orang pertama yang mengajukan teori yang berkaitan dengan evolusi makhluk hidup. Akademisi Chevalier de Lamarck pernah mengemukakan teori use and disuse (dipakai dan tidak dipakai), yang beranggapan bahwa fungsi makhluk hidup yang sering digunakan akan meningkat dengan berevolusi,  sedangkan yang jarang dipergunakan akan mengalami degenerasi, bahkan akan diwariskan ke generasi berikut.
Namun teori inheritance of acquired traits (warisan sifat yang diperoleh) ini telah digulingkan. Misalnya, saya selalu melatih otot-otot lengan, ingin menjadi pelempar bola yang handal, kemudian otot-otot saya yang kuat ini akan terwariskan ke anak-cucu saya.  Mustahil!
Sekarang penelitian ilmiah membuktikan bahwa faktor-faktor penentu dalam manifestasi makhluk hidup didominasi oleh gen, tidak peduli bagaimana Anda berlatih, jika gen tidak berubah, kekuatan otot tidak akan berubah karena kemauan Anda, otot-otot yang kuat tidak akan diwariskan ke generasi berikutnya.

Perjalanan Darwin

Pada hakekatnya apa yang dipikirkan Darwin?  Sebenarnya ketika Darwin mengemukakan teori evolusi, hatinya juga merasa gentar. Pada mulanya, teori seleksi alam sudah ada dalam benaknya sejak dia masih muda, tetapi karena terhambat keadaan pada masa itu dia tidak berani menyatakannya.
Sampai pada suatu hari seorang teman bernama Wallace mengungkapkan pandangan yang serupa dalam suratnya, barulah timbul keberanian dan keinginan dalam hatinya untuk  mengumumkan pandangan tersebut. Namun teori seleksi alam sama sekali bertentangan dengan lingkungan agama pada masa itu. Agama Kristen beranggapan bahwa segala sesuatu diciptakan Tuhan, dengan menyatakan teori ini dia harus terlebih dahulu memutuskan hubungan dengan gereja.
Ayah Darwin seorang dokter, keluarganya cukup mampu. Sejak kecil Darwin dibiarkan menerima ajaran aliran ideologi modern Inggris.  Setelah dewasa dia kuliah kedokteran. Ia menemukan bahwa organ tubuh orang kulit hitam maupun putih adalah sama, dan karenanya ia lalu berpikir: meskipun orang Eropa dan orang kulit hitam terlihat sangat berbeda, tetapi sebenarnya sangat dekat.  Selama kuliah di perguruan tinggi, ia menjadi siswa Grant yang merupakan murid dari Lamarck (pencetus teori use and disuse), teori tersebut memberikan pukulan yang sangat berat terhadap ideologinya, teori evolusi, di kemudian hari.
Karena nilai akademis Darwin di sekolah kedokteran tidak memuaskan, sehingga sang ayah memindahkannya kuliah di sekolah teologia Kristen di Universitas Cambridge dan berharap agar dia memiliki penghasilan yang baik sebagai pendeta  Anglikan. Dalam periode ini, kinerja Darwin dalam bidang teologia termasuk sangat baik, sedangkan ilmu kebudayaan klasik, matematika, fisika juga dapat diatasi, dalam daftar lulus 178 siswa menduduki peringkat 10, hasil akademisnya dapat dikatakan sangat baik. (The Epoch Times/prm)

holocaust jerman terhadap yahudi

Diposting oleh zdiraf adfim lirfa

Holocaust (dari bahasa Yunani: holokauston yang berarti "persembahan pengorbanan yang terbakar sepenuhnya") adalah genosida sistematis yang dilakukan Jerman Nazi terhadap berbagai kelompok etnis, keagamaan, bangsa, dan sekuler pada masa Perang Dunia II.

Bangsa Yahudi di Eropa merupakan korban-korban utama dalam Holocaust, yang disebut kaum Nazi sebagai "Penyelesaian Terakhir Terhadap Masalah Yahudi". Jumlah korban Yahudi umumnya dikatakan mencapai enam juta jiwa. Genosida ini yang diciptakan Adolf Hitler dilaksanakan, antara lain, dengan tembakan-tembakan, penyiksaan, dan gas racun, di kampung Yahudi dan Kamp konsentrasi. Selain kaum Yahudi, kelompok-kelompok lainnya yang dianggap kaum Nazi "tidak disukai" antara lain adalah bangsa Polandia, Rusia, suku Slavia lainnya, penganut agama Katolik Roma, orang-orang cacat, orang cacat mental, homoseksual, Saksi-Saksi Yehuwa (Jehovah's Witnesses), orang komunis, suku Gipsi (Orang Rom atau Sinti) dan lawan-lawan politik. Mereka juga ditangkap dan dibunuh. Jika turut menghitung kelompok-kelompok ini dan kaum Yahudi juga, maka jumlah korban Holocaust bisa mencapai 9-11 juta jiwa.

Daftar isi

[sembunyikan]

Etimologi

Nama Holocaust berasal dari kata Yunani yang digunakan dalam Alkitab, yang berarti persembahan bakaran yang utuh. (Ibrani 10:6) Namun sehubungan dengan artikel ini, “Holocaust adalah penganiayaan dan pemusnahan orang Eropa keturunan Yahudi secara sistematis dan yang disponsori negara Jerman Nazi dan sekutu-sekutunya antara tahun 1933-1945.”[2]

Kontroversi

Pengingkaran holocaust atau holocaust denial adalah kepercayaan bahwa Holocaust tidak pernah terjadi, atau jauh lebih sedikit dari 6 juta orang Yahudi yang dibunuh oleh Nazi; bahwa tidak pernah ada rencana terpusat untuk memusnahkan bangsa Yahudi; atau bahwa tidak ada pembunuhan masal di kamp-kamp konsentrasi. Mereka yang percaya akan hal ini biasanya menuduh bangsa Yahudi atau kaum Zionis mengetahui hal ini dan mengadakan konspirasi untuk mendukung agenda politik mereka. Karena Holocaust dianggap ahli-ahli sejarah sebagai salah satu kejadian paling banyak didokumentasikan dalam sejarah, pandangan-pandangan ini tidak dianggap kredibel, dengan organisasi-organisasi seperti American Historical Association mengatakan bahwa Holocaust denial sebagai "at best, a form of academic fraud."[3] Pernyataan holocaust denial di muka umum adalah pelanggaran hukum di sepuluh negara Eropa, termasuk Perancis, Polandia, Austria, Swiss, Belgia, Romania, dan Jerman.

Holocaust deniers lebih suka disebut Holocaust "revisionists". Kebanyakan ahli sejarah mengatakan bahwa istilah ini menyesatkan. Historical revisionism adalah bagian dari ilmu sejarah; yaitu penyelidikan ulang dari accepted history (sejarah yang sudah diterima secara umum) dengan tujuan untuk lebih memperjelas peristiwa tersebut. Sebaliknya, negationist dapat secara sengaja menggunakan catatan sejarah yang salah; seperti ditulis Gordon McFee: "Revisionists depart from the conclusion that the Holocaust did not occur and work backwards through the facts to adapt them to that preordained conclusion. Put another way, they reverse the proper methodology ... thus turning the proper historical method of investigation and analysis on its head." [4]

Public Opinion Quarterly juga menyimpulkan: "Tidak ada ahli sejarah terkemuka yang mempertanyakan kenyataan Holocaust, dan mereka yang mendukung Holocaust denial kebanyakan adalah anti-Semit dan/atau neo-Nazi."

Holocaust denial sangat populer dalam penentang-penentang Israel dari kaum Muslim karena memang banyak bukti yang dikeluarkan oleh ilmuwan barat sendiri yang menjelaskan kebohongan holocaust ini. Disertasi doktor Mahmoud Abbas, Presiden Palestina, meragukan bahwa kamar gas digunakan untuk membunuh orang-orang Yahudi dan mengatakan bahwa jumlah orang Yahudi yang dibunuh dalam Holocaust kurang dari 1 juta jiwa.[5][6] Abbas belum pernah menyatakan pandangan ini sejak ditunjuk menjadi Perdana Menteri Palestina pada tahun 2003, dan telah membantah bahwa ia adalah seorang Holocaust denier. Pada akhir 2005, presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menggambarkan Holocaust sebagai "mitos pembantaian orang Yahudi." [7][8]

Sebenarnya dari kalangan ilmuwan barat sendiri ada beberapa yang menyangkal adanya Holocaust, di antaranya: Pengarang Perancis Roger Garaudy, Professor Robert Maurisson, Ernst Zundel, David Irving, dll. tetapi hampir semuanya dinyatakan bersalah dan dijebloskan kedalam penjara termasuk Pada 15 Feb 2007, Ernst Zundel seorang Holocaust denier dihukum 5 tahun penjara [1]. Seorang pengacaranya, Herbert Schaller, menghujah bahwa semua bukti tentang adanya Holocaust hanya berdasarkan pengakuan korban-korbannya saja, bukan berdasarkan fakta-fakta yang jelas. Ernst Zundel ini juga pernah ditahan pada tahun 1985, dan 1988 dalam kasus yang sama.

Semua hal di atas sangat kontras dengan slogan negara-negara barat sendiri yang menyatakan kebebasan berpendapat apalagi disertai bukti-bukti ilmiah tentang kebohongan Holocaust terutama digunakannya kamar gas oleh Nazi di Polandia, tetapi begitu menyinggung masalah yang menggugat hal ini mereka langsung memberangus habis penentang-penentangnya sehingga banyak kalangan menilai adanya lobby Yahudi yang berdiri dibelakangnya dalam mempengaruhi putusan pengadilan.[9]

Hari peringatan Holocaust

Korban Jumlah Rujukan
Yahudi 5.9 million [10]
POW (Tahanan Perang) Uni Soviet 2–3 million [11]
Etnis Polandia 1.8–2 million [12]
Penganut Katolik Roma 220,000–500,000 [13]
Orang Cacat 200,000–250,000 [14]
Suku Gipsi 80,000–200,000 [15]
Homoseksual 5,000–15,000 [16]
Saksi-Saksi Yehuwa 2,500–5,000 [17]

Dengan suara bulat, didalam sidang Majelis Umum PBB pada 1 November 2005, ditetapkan bahwa tanggal 27 Januari sebagai "Hari Peringatan Korban Holocaust". 27 Januari 1945 adalah hari dimana tahanan kamp konsentrasi NAZI di Auschwitz-Birkenau dibebaskan. Bahkan sebelum PBB menetapkannya, tanggal 27 Januari telah di tetapkan sebagai Hari Peringatan Korban Holocaust oleh Kerajaan Inggris sejak tahun 2001, sebagaimana halnya di negara-negara lain, mencakup Swedia, Italia, Jerman, Finlandia, Denmark dan Estonia[18]. Israel memperingati Yom HaShoah vea Hagvora, "Hari Hari Peringatan Holocaust dan Keberanian Bangsa Yahudi" pada pada hari ke 27 bulan Nisan, bulan Ibrani, yang biasanya jatuh pada bulan April[18]. Hari peringatan ini biasanya juga di peringati oleh Yahudi di luar Israel[18].

Rujukan

  1. ^ The Destruction of the European Jews - Revised and Definite Edition 1985,Holmes and Meier Publishers, Inc. Table B-3, p. 1220
  2. ^ Sedarlah! 8 Maret 2005, h. 15-6, Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc.
  3. ^ Donald L. Niewyk, ed. The Holocaust: Problems and Perspectives of Interpretation, D.C. Heath and Company, 1992.
  4. ^ Gord McFee, "why 'Revisionism' isn't," The Holocaust History Project (accessed June 8, 2005).
  5. ^ Was Abu Mazen a Holocaust Denier? By Brynn Malone (History News Network)
  6. ^ Abu Mazen: A Political Profile. Zionism and Holocaust Denial by Yael Yehoshua (MEMRI) April 29, 2003
  7. ^ Iranian Leader Denies Holocaust BBC News 14 Desember 2005
  8. ^ Tom Smith, "The Polls--A Review: The Holocaust Denial Controversy." Public Opinion Quarterly 59 (Summer 1995): 269-295.
  9. ^ Stephanie Downing, "Benarkah NAZI membantai Yahudi ? (2007)
  10. ^ Dawidowicz, Lucy. The War Against the Jews, Bantam, 1986.
  11. ^ Berenbaum, Michael. The World Must Know, United States Holocaust Memorial Museum, 2006, p. 125.
  12. ^ 1.8–1.9 million non-Jewish Polish citizens are estimated to have died as a result of the Nazi occupation and the war. Estimates are from Polish scholar, Franciszek Piper, the chief historian at Auschwitz. Poles: Victims of the Nazi Era at the United States Holocaust Memorial Museum.
  13. ^ "Sinti and Roma", United States Holocaust Memorial Museum (USHMM). The USHMM places the scholarly estimates at 220,000–500,000. Michael Berenbaum in The World Must Know, also published by the USHMM, writes that "serious scholars estimate that between 90,000 and 220,000 were killed under German rule." (Berenbaum, Michael. The World Must Know," United States Holocaust Memorial Museum, 2006, p. 126.
  14. ^ Donna F. Ryan, John S. Schuchman, Deaf People in Hitler's Europe, Gallaudet University Press 2002, 62
  15. ^ Hodapp, Christopher. Freemasons for Dummies, For Dummies, 2005.
  16. ^ The Holocaust Chronicle, Publications International Ltd., p. 108.
  17. ^ Shulman, William L. A State of Terror: Germany 1933–1939. Bayside, New York: Holocaust Resource Center and Archives.
  18. ^ a b c Harran, Marilyn (2000). The Holocaust Chronicles, A History in Words and Pictures. Louis Weber. hlm. Pg.697. ISBN 0-7853-2963-3.

duniaku unik