Berbagai fenomena telah world o f mystery posting dalam beberapa pekan yang lalu...menarik untuk kita bahas yaitu fenomena yang sangat unik dan juga sangat menakjubkan dan sangat keren bagi world of mystery.
inilah 7 fenomena alam terunik dan terkeren di dunia
Petir Abadi di Venezuela

Petir Catatumbo yang misterius adalah sebuah fenomena alam yang unik di dunia. Terletak di muara sungai Catatumbo di Danau Maracaibo. Fenomena ini berupa awan petir yang membentuk sebuah "garis" kilat sepanjang 5 kilometer, setiap 140 - 160 malam dalam setahun, selama 10 jam tiap malam, dan lebih dari 280 kali dalam 1 jam itu. Ini hampir bisa disebut 'badai permanen'. Petir ini mempunyai intensitas 400.000 ampere dan terlihat hingga 400 km jauhnya. Menurut penelitian, petir ini terjadi karena tumbukan angin yang berasal dari Pegunungan Andes. Petir ini juga dijadikan sebagai navigasi oleh para pelaut.
Hujan Ikan di Honduras

The Rain of Fishes (Hujan ikan) ada diceritakan dalam Cerita Rakyat Honduras. Namun, juga terjadi secara nyata di Departamento de Yoro, antara bulan Mei dan Juli. Saksi mengatakan bahwa fenomena ini dimulai dengan awan gelap di langit, diikuti dengan kilat, guntur, angin kencang dan hujan lebat selama 2 - 3 jam. Setelah hujan berhenti, ratusan ikan ditemukan hidup di tanah. Orang mengambil ikan - ikan ini dan memasaknya. Sejak 1998, Festival Hujan Ikan dirayakan setiap tahun di kota Yoro.
Kambing yang Memanjat di Maroko

Kambing yang memanjat pohon, hanya dapat ditemukan di Maroko. Kambing ini memanjat pohon karena ingin memakan buah dari Pohon Argan, yang mirip dengan Buah Zaitun. (sori ga ada keterangan lebih lanjut)
Hujan Merah di Kerala

Dari 25 Juli sampai 23 September 2001, hujan merah turun di selatan India, Propinsi Kerala. Tidak hanya merah, hujan warna kuning, hijau dan hitam juga dilaporkan terjadi. Pemerintah India menemukan bahwa hujan ini telah "diwarnai" oleh spora dari alga, yang tersebar di udara. Kemudian, awal tahun 2006, Kerala pun menjadi perhatian dunia.
Ombak Terpanjang di Brazil


Dua kali dalam setahun, antara Februari dan Maret, air Samudera Atlantik bertumpuk di Sungai Amazon, menciptakan gelombang ombak terpanjang di dunia. Fenomena ini disebabkan oleh arus Samudera Atantik yang memenuhi muara sungai, sehingga menghasilkan ombak setinggi 12 kaki yang dapat berlangsung hingga lebih dari setengah jam.
Matahari Hitam di Denmark

Selama musim semi di Denmark, sekitar satu setengah jam sebelum senja, lebih dari 1 juta Sturnus Vulgaris (sejenis burung) berkumpul dari seluruh pelosok untuk bergabung dan membentuk suatu kumpulan yang luar biasa besar di udara. Hinnga membuat langit menjadi terasa gelap. Fenomena ini disebut Black Sun, dan dapat disaksikan di awal musim semi di barat Denmark.
Pelangi Api di Idaho

Femonena atmosfer yang dikenal dengan circumhorizon arc atau Fire Rainbow (pelangi api), akan muncul ketika matahari berada tinggi (lebih dari 58 derajat diatas horizon). Cahaya matahari menembus lurus dan menyinari awan cirrus, sehingga menghasilkan semacam lempengan kristal segi enam dan membentuk efek prisma. Sehingga terlihat pelangi yang berbentuk seperti api.
sumber:kaskus.us
Dikenal sebagai Dancing Forest (Hutan Menari) atau Drunken Forest (Hutan Mabuk) sebutan dari masyarakat lokal. Disebut demikian karena hutan pinus yang tidak biasa ini mengalami fenomena aneh.
Batang pohon yang sejatinya tumbuh lurus, tapi malah meliuk-liuk seperti ular, sebagian besar dari mereka berputar-putar dan seperti spiral sepanjang tanah. Hutan ini terletak di Tanjung Curonian, suatu daerah di antara Laguna Curonian dengan Laut Baltik.
Menurut wisatawan, Dancing Forest (Hutan Menari) lebih mirip sebuah lokasi di dekat Chernobyl. Beberapa tahun yang lalu, manajer taman ini mengundang mahasiswa dari universitas lokal untuk melakukan penelitian untuk mencari sumber keanehan dan misteri ini.
Sejak saat itu, beberapa teori muncul, termasuk salah satu yang dikemukakan oleh seorang paranormal yang mengatakan bahwa hutan itu terletak di suatu tempat di mana sejumlah besar energi positif dan negatif bertabrakan.
Lainnya mengatakan bahwa penyebab utamanya adalah faktor geologis, bahwa itu ada hubungannya dengan tanah pasir yang tidak stabil. Tapi teori yang paling bisa diterima adalah bahwa Dancing Forest (Hutan Menari) dimanipulasi oleh angin yang kuat bertiup di daerah situ.
| Oleh: Jack Phillips |
| Koin emas itu ditemukan dalam penggalian yang dilakukan para peneliti Universitas Minnesota dan Universitas Michigan di Tel Kadesh, perbatasan antara Israel - Lebanon, 22 Juni lalu, menurut Israel Antiquities Authority. Para peneliti mengatakan bahwa koin 2.200 tahun seberat satu ons bergambar Arsinoe II, istri Raja Ptolemeus II dan ratu Mesir itu dicetak pada 191 SM di Alexandria. Koin ini kira-kira enam kali lebih berat dibandingkan koin lain yang pernah ditemukan di Israel. Besar koin emas ini menunjukkan kemungkinan besar tidak digunakan sebagai mata uang, ujar Dr. Donald T. Ariel, Kepala Bagian Koin pada Antiquities Authority kepada Jerusalem Post. "Koin seukuran ini tidak akan beredar di pasar, benda ini dibuat hanya untuk tujuan ritual upacara," ujar Ariel kepada Jerusalem Post. Ia menambahkan bahwa koin tersebut bernilai seratus uang perak pada waktu itu - "setara dengan gaji setengah tahun untuk ukuran diatas rata-rata pada jaman tersebut." Tel Kades adalah sebuah daerah yang luasnya sekitar 25 hektar - tempat tinggal bagi sejumlah bangsa kuno, seperti bangsa Kanaan, Phonecians dan Persia. Universitas ini telah melakukan penggalian di daerah tersebut sejak 1997. (EpochTimes/sua) |
Langganan:
Postingan (Atom)



